“Sekolah” Faldi

December 14th, 2005 by bundafaldiferdi

Suatu kali aku datang ke ‘WIC’, sebulan setelah kelahiran Faldi…utk pendataan ulang…lalu aku berkenalan dg seseorang…aku lupa namanya…yg memperkenalkan aku dg program Healthy Family…program ini gratis…mereka datang ke rumah… memberikan info2 tentang perkembangan anak…memfasilitasi segala pertanyaanku ttg anak…mereka berusaha mencarikan jawaban atas semua keingintahuanku ttg perkembangan anak…wah aku senang sekali…kebetulan pikirku…maklum aku tinggal di negeri orang tanpa saudara…apalagi orang tua.. hanya berdua suami…banyak hal2 yg aku tidak ketahui…

Seminggu kemudian datang utusan dari Healthy Family ini, interview… mereka mengatakan tiap seminggu sekali akan datang selama + 1 jam sehari.

Seminggu berikutnya…benar datang seorang perempuan muda..berbadan tinggi besar…Kristen Barnes namanya… orgnya baik dan sangat ramah…

Tiap minggu ia datang sambil memberikan "sekolah" untukku dan Faldi. Ia mengajariku banyak hal tentang perkembangan anak…hal2 yg boleh dan tdk boleh aku lakukan…info2 tempat2 penting, dsb. Ia selalu membawakan buku dan mainan utk Faldi…sebagian mainan itu hanya fasilitas saja sebagian lagi memang diberikan utk Faldi…tapi buku2 hampir tiap minggu ia bawa dan diberikan ke Faldi….

Sekali waktu ia datang dg handycam gedenya…merekam aktifitas aku dan Faldi. Kadang2 ia datang dan mengajariku cara membuat mainan sederhana dari barang yg ada di sekitarku yg tak terpakai….mengajariku cara menstimulasi Faldi….

Kelahiran Anak Pertamaku

December 5th, 2005 by bundafaldiferdi

Image48

Aku ingat betul hari itu hari Kamis, tgl 18 April 2002, kalo gak salah dua hari setelah aku dari RS setelah tadinya dijadwalin caesar karena posisi bayi sungsang (baca kehamilan anak pertamaku), salah seorang teman suamiku dan istrinya menelponku…mereka sedang berada tak jauh dari apartemenku…mereka mengajakku makan siang… tumben… sepanjang aku kenal belum pernah lho mereka mengajakku atau suamiku makan…tapi entah kenapa kali ini saat suamiku sedang kerja..Aku bilang oke asal suamiku mengijinkan..akhirnya kutelepon suamiku…oke kata suamiku..

Dijemputlah aku, kami makan seafood di sebuah restoran chinesse buffet. Menurut mereka…kasihan sama aku bengong sendirian menunggu suami pulang kerja… padahal mereka sepertinya pengen tahu tanda2 kehamilan dan proses kehamilan bagaimana…si istri sepertinya punya tanda2 hamil tapi mereka masih ragu2, mereka udah 2 tahun menikah.

Setelah ditraktir siangnya, malamnya aku, suamiku, dan teman suamiku yg lain ngobrol sampai malam di ruang tamu…sampai sekitar pukul 11 malam lebih aku merasa nggak enak perut..kog mulas2 nih…aku pun ke kamar mandi.."pub" (maaf) tapi kira2 15 menit kemudian aku mules lagi…masuk kamar mandi…begitu terus sampai kira2 1 jam..sampai aku dan suamiku masuk kamar mau tidur..aku justru makin merasa tidak nyaman..kog perut tambah nggak enak..mulesnya tambah parah…dan sakit…

Bolak balik ke kamar mandi suamiku curiga.."kamu kenapa bolak balik ke kamar mandi terus?" akhirnya ia mengikutiku sampai kamar mandi..saat dia melihat "cd"ku ada fleknya ia langsung bilang…"wah ada darahnya…ke rumah sakit yuk..jangan2 udah mau ngelahirin.."

Aku baru 38 minggu, aku merasa belum waktunya ah…tapi aku bilang sama suamiku..bisa jadi iya..soalnya bbp hari yg lalu aku telfon mama tanya tanda2 mau melahirkan bagaimana…mama bilang kalo mules2 dan biasanya keluar flek..

Dari buku, majalah, dan situs2 internet yg aku baca menyebutkan kalo tanda2 melahirkan yg sebenarnya (karena ada juga tanda2 yg palsunya) adalah kontraksi perut intensif dan konsisten, bergerak dari berapa kali per jam (2, 4, 6, dst) atau  berapa menit sekali selama bbp jam, misalnya per 10 menit selama satu jam.

Aku dan suami sepakat memutuskan menunggu sampai hitungan menjadi 5 menit sekali selama satu jam. Sekitar pukul 1 malam lebih tak lama setelah kami masuk kamar dan aku makin merasa tak nyaman, akhirnya kami berangkat tanpa membawa persiapan yg banyak… berangkatlah kami…sepanjang jalan aku terus berdoa sambil menahan sakit dan membaca ayat kursi…hitunganku sudah sampai lima menit sekali.

Sampai di rumah sakit ditanya gimana tanda2nya, akhirnya aku dibawa ke ruang bersalin..di ruang ini lengkap sekali fasilitasnya, ada kamar mandi, monitor yg dihubungkan ke perut utk melihat kontraksi perut, tempat tidur yg nyaman yg juga dipakai saat melahirkan, fasilitas utk bayi baru lahir, tempatnya benar2 nyaman. Waktu baru masuk karena masih merasa mulas aku minta ke kamar mandi..awalnya sempat gak boleh..tapi dikasih ijin…dg catatan tidak boleh lama2, khawatir bayinya lahir di wc…

Saat diperiksa salah seorang bidan (midwife), ia kaget…ternyata aku udah pembukaan 6. Aku langsung ditawari epidural (suntik utk mengurangi rasa sakit, yg disuntik melalui tulang belakang), aku gak mau…padahal epidural boleh diberikan jika sudah pembukaan 4. Rata2 teman2 Indonesia yg pernah melahirkan di sini (Amerika) minta epidural. Berhubung aku mendengar dari salah seorang teman yg mengatakan saat disuntik sakit, aku jadi berpikir ulang utk mau disuntik epidural.. lagipula aku takut pengaruh obat itu ke bayiku. Efek epidural lainnya yg bikin nggak enak..sulit merasakan mulas saat melahirkan..jadi nggak tahu kapan harus mengejan…itu sebabnya dari bbp majalah & situs2 internet yg aku baca… umumnya ibu2 yg pake epidural proses melahirkannya lebih lama…bahkan ada yg 3 jam lebih…soalnya mereka kan nggak merasakan mulasnya…

So…aku konsisten utk menolak menggunakan epidural..aku pikir gak apa2 sakit… namanya orang melahirkan umum kog kalo sakit..Wah..padahal sakitnya luar biasa bayangkan tiap lima menit sekali merasakan kontraksi perut yg sangat kencang. Beruntung aku punya suami yg sangat baik dan mau mendampingi aku di saat2 seperti ini. Sepanjang proses kontraksi ia menemaniku, memegang tanganku saat aku kesakitan tiap kali kontraksi datang.

Selama menunggu waktu pembukaan lengkap 10, aku berusaha mengalihkan pikiran dan perasaan dg berkonsentrasi membaca ayat kursi dan meminta pertolongan Allah untuk memudahkan jalanku dan proses kelahiran anakku. Aku berusaha tenang dan berpikir positif.

Tiap 1/2 jam suster datang menawarkan epidural…aku selalu menjawab tidak… dan ia selalu bertanya ulang "are you sure?"…Aku jawab sambil menahan sakit "Sure"… akhirnya sampai ia sendiri menyerah..dan menggeleng2kan kepalanya sambil mengatakan…"kamu kuat sekali menahan rasa sakit"

Begitu sampai pembukaan 9 setelah 3 jam lebih sejak aku datang, salah satu dokter datang untuk memecahkan ketubanku…ia bilang agar lebih cepat… tapi tak lama kemudian… serombongan dokter dan bidan datang ke kamarku dan bersiap2 dg peralatan persalinannya…saat itu aku memang sudah mulai merasakan mulas hendak mengejan…dokter dan bidan mengajari cara mengatur pernapasan.

Saat mulas datang…aku disuruh mengejan..dihitung 1-10..tahan nafas, kemudian santai..ambil nafas…Begitu mulas lagi…hitung 1-10..tahan nafas sambil mengejan, santai…ambil nafas..begitu seterusnya sampai bayi lahir..

Suamiku sambil memegang tanganku juga membantu menghitung dan menyemangati aku untuk mengejan lebih kuat agar bayinya cepat lahir. Tiap kali mengejan ia selalu mengatakan…"dikit lagi non…udah keliatan kepalanya tuh… ayo…kamu bisa"..

Alhamdulillah sekitar 1/2 jam proses melahirkan akhirnya bayi pertamaku lahir juga dg selamat…hari Jum’at pkl 05.30 pagi….tgl 19 April 2002…

Suamiku yg melihat proses itu pertama kalinya benar2 takjub dg semua keajaiban Allah. Menurutnya bayi itu seperti balon yg saat melewati jalan lahir sangat2 elastis, begitu keluar dari pintu lahir…tiba2 membesar seperti balon baru ditiup. Subhanallah.

Asi Eksklusif 6 bulan

December 3rd, 2005 by bundafaldiferdi

Begitu Faldi lahir dan selesai dibersihkan dan dibedong, Faldi diletakkan di dadaku..tapi berhubung aku masih antara sadar dan tidak…percaya dan tidak kalo aku udah ngelahirin dg selamat..secara normal..plus tegang karena  perineumku (antara vagina dan anus) lagi dijahit, akhirnya aku serahkan Faldi ke suamiku. Setengah jam lebih ia menggendong Faldi sampai aku selesai dijahit dan suster datang menanyakan apakah Faldi telah disusui atau belum. Kami bingung…nggak tahu caranya…Suster Mia (namanya, asal Philipine) kemudian meletakkan Faldi di atas dadaku..tak jauh dari payudaraku…ih…ajaib lho..Faldi langsung reflek mencari susu ibunya…

Setelah kelahiran Faldi aku memberikannya "The Best Food in The World"..ASI. Terus terang aku cukup bangga dengan prestasiku ini, berhasil memberikan ASI eksklusif sampai 6 bulan. Aku tidak memberikan Faldi makanan maupun minuman apapun sampai ia berumur 6 bulan.

Kehamilan Anak Pertamaku

November 29th, 2005 by bundafaldiferdi

Tak lama setelah menikah aku hamil, saat tahu hamil suamiku sedang berada di Amerika…sedih sih, tapi udah komitmen, ternyata kehamilan pertamaku ini tidak sukses, dokter menyebutnya blight ovum alias janin gak berkembang dan harus dikuret..sedih lagi..tapi aku ambil hikmahnya..barangkali memang harus begitu jalan yg diberikan oleh Allah.

Tak lama kemudian aku menyusul suamiku berangkat ke Amerika, Alhamdulillah.. tak perlu menunggu waktu lama 2 bulan setelah dikuret aku diberi karunia lagi oleh Allah, hamil. Kejadiannya cukup unik, kira2 setelah satu bulan sampai kog aku belum mens2 yah.. tadinya aku dan suami mo beli test pack, tapi waktu ke apotik dan tahu harganya mahal (kalo gak salah yg paling murah US$ 30), akhirnya gak jadi beli, mo ke dokter apalagi, toh belum pasti banget. Gak sengaja suatu kali aku melihat sebuah tulisan besar di suatu gedung "free pregnancy test", wah boleh juga nih pikirku, tapi aku belum terlalu peduli. Sampai sekitar dua bulan aku belum mens2 juga, akhirnya baru kepikiran mo datang ke tempat itu. Rupanya yg mengadakan tes kehamilan gratis ini suatu yayasan sosial wanita. Tes ini benar2 gratis, aku tidak dipungut bayaran sedikit pun. Waktu di tes, ternyata hasilnya negatif…wah agak2 sedih juga tapi menurut petugas di sana barangkali hasilnya belum keliatan, aku pun disuruh kembali ke sana 3 minggu kemudian. Saat balik lagi 3 minggu berikutnya baru hasilnya positif, wah aku seneng banget, suamiku pasti seneng banget nih, petugas di sana memperkirakan kehamilanku ini sekitar 10 minggu.

Kali ini aku berusaha berhati-hati..rupanya masih dikasih cobaan lagi..aku pendarahan..dan pergi ke rumah sakit, di sini baru ketahuan persisnya usia kehamilanku sekitar 6 minggu. Alhamdulillah gak terjadi apa2… Kejadiannya hampir berbarengan dengan kasus WTC dan Pentagon, kebetulan aku tinggal tak jauh dari Pentagon kira2 10 menit perjalanan, bahkan getarannya terasa.

Kehamilanku ini termasuk tidak menyulitkan..kalo org Indo bilang hamil kebo.. aku tidak merasakan mual2 apalagi muntah.. bahkan ngidam pun nggak.. yg lucunya suamiku yg mengalami semua itu..tiap pagi ia mual2…ngidam makanan aneh2..aku justru santai aja…cuma agak malas makan…tapi yg ini sih sebenarnya antara malas dan menjaga berat supaya nggak terlalu overweight sih…yah supaya bayinya gak kegedean juga…kan kalo kegedean ngelahirinnya agak lebih repot..

Secara rutin aku periksa kehamilan pd klinik yg ditunjuk, klinik ini gratis, aku tidak dipungut bayaran sedikit pun, kecuali untuk pemeriksaan USG yg merupakan pemeriksaan tersendiri atas rujukan dokter dan biasanya diadakan di RS. Nama klinik ini aku lupa, tapi yg aku ingat lokasinya di Wilson Boulevard, Arlington, Virginia. Di Klinik ini ada dokter kandungan dan ahli gizi. Prosedur periksa kehamilan di sana cukup bagus, tiap kali periksa selalu dites urin, tujuannya untuk melihat kadar protein dan bbp hal lain (lupa), setelah tes urin baru periksa dokter, pd saat periksa dokter punya catatan kehamilan dan standar kuesioner yg harus ia isi dan ditanyakan pdku, isinya antara lain ttg gerakan janinku dalam sehari, seberapa sering bergerak, tiap kapan bergerak, ada tidaknya keluhan.

Setelah selesai harus langsung menemui ahli gizi, disini oleh ahli gizi diminta untuk mengisi kuesioner ttg makanan apa yg dikonsumsi tiap hari, misalnya jenis sayur2an berapa kali sehari, jenis protein berapa kali sehari, jenis karbohidrat, susu, jus, minum, semua yg kita makan ditanyakan. Selanjutnya berdasarkan kuesioner itu ahli gizi akan memberikan kita saran apa2 aja yg kurang kita konsumsi dan sebaiknya ditingkatkan, berapa kali sebaiknya kita mengkonsumsi suatu makanan atau minuman. Seperti susu minimal 3 gelas sehari, jus bisa 2 atau 3 gelas (tidak terlalu wajib).

Setelah di ahli gizi, aku kembali ke bagian administrasi, di sini aku dijadwalkan utk konsultasi selanjutnya. Biasanya utk kehamilan 0 minggu - 27 minggu pemeriksaan hanya sebulan sekali, tetapi memasuki 28 minggu pemeriksaan ditingkatkan menjadi dua minggu sekali. Memasuki minggu ke 32 pemeriksaan ditingkatkan lagi menjadi satu minggu sekali sampai melahirkan.

Setelah selesai di bagian administrasi biasanya akan diberikan 1 botol Prenatal Vitamin isi 100, gratis juga. Vitamin ini kandungannya lengkap banget, ada Folic acid (asam folat), Iron (zat besi), kalsium, vit A, vit D, dan bbp vitamin lainnya yg diperlukan oleh ibu yg akan hamil, hamil, dan menyusui. Berhubung vitamin ini sudah lengkap, dokter/klinik tidak memberikan vitamin apa-apa lagi. Jadi dalam sehari aku hanya perlu mengkonsumsi 1 butir vitamin, ya prenatal vitamin.

Prosedur2 tersebut dilakukan tiap kali periksa. Berhubung klinik ini cuma buka siang hari, dan waktu periksanya memakan waktu lama, aku hampir gak pernah periksa ditemani suami, paling2 cuma diantar sampai tempat, pulangnya kadang2 dijemput, kadang2 pulang sendiri naik bis.

Klinik ini juga merekomendasikan aku untuk ikut program WIC (woman infant child), tiap sebulan sekali aku mendapat semacam kupon/voucer yg berisi daftar makanan yg dapat ditukar gratis di bbp supermarket yg ditunjuk. Tiap minggu aku mendapat 1 galon susu isi 2 liter, 1-2 kg keju, sayur2an, telur, tuna kalengan, kacang2an, bermacam jus, selai kacang. Kadang2 saking banyaknya, semua itu gak aku habiskan sendiri. Maklum, tiap minggu dapat segitu banyak makanan, paling2 yg aku pasti habiskan sendiri cuma susu.

Sampailah aku pada usia kehamilan 35 minggu, kali ini tempat periksa bukan lagi di klinik tapi RS Arlington Hospital. Setelah pemeriksaan dokter menyatakan bahwa kemungkinan bayiku sungsang. Dokter menyebutkan ada kemungkinan berubah karena ini masih 35 minggu, dia akan melihat perkembangannya tiap minggu sampai kehamilan 37 minggu. Jika belum berubah terpaksa ia harus mengambil keputusan untuk melakukan caesar pd kehamilan 38 minggu. Wah..pernyataan dokter ini bikin aku shock booooo. Aku langsung telfon suamiku, dia langsung menenangkan aku…seandainya memang harus begitu jalannya ya jalanin aja..

Sampai di apartemen aku langsung cari referensi tentang bagaimana kelahiran sungsang dan alternatif lain selain caesar. Aku cari lewat majalah, buku, sampai buka site2 di internet. Dari referensi yg aku dapatkan..bayi sungsang bisa juga dipijat/diputar dg teknik tertentu yg hanya boleh dilakukan oleh dokter yg berpengalaman/berkompeten. Berdasarkan info ini, begitu minggu ke 36 dan 37 dokter masih menyatakan sungsang..aku menyebutkan kemungkinan utk menggunakan metode putar itu. Dokter mengatakan prosedur itu bisa dilakukan tapi juga berisiko..selain sakit, jika metode itu tidak berhasil..maka saat itu juga bayi harus dilahirkan caesar. Aku pikir gak ada salahnya dicoba, aku pun oke.

Saat itu juga dijadwalkan untuk operasi caesar pd minggu ke 38 dg prosedur melihat posisi bayi secara persis dg USG 3 atau 4 dimensi, kemudian mencoba metode pijat/putar, baru jika tidak berhasil menggunakan operasi caesar.

Sejak tahu posisi bayi sungsang, aku melakukan berbagai cara juga utk mengusahakan posisi bayi normal, ibuku dan bbp teman menyebutkan mengepel lantai dg tangan, ada lagi yg menyebutkan sujud dg posisi perut menyentuh lantai, bbp hal yg kira2 masuk akal aku lakukan, tidak lupa aku sertai dg doa, keikhlasan, dan positif thinking. Kadang-kadang saking deg2annya, sambil berharap2 cemas.. aku sering ngomong sama calon bayiku sambil mengusap-usap perut…"nak…kalo kamu pengen lahir normal… tolong dong berputar"

Masuk minggu ke 38, hari H jadwal caesar dan prosedur pijat/putar datang. Aku ditemani suami datang ke RS, sepanjang jalan aku berdoa dan membaca ayat kursi. Sampai di RS aku langsung dibawa ke ruang bersalin..wah rasanya deg2an banget, dokter mengatakan harus di USG dulu biar jelas posisi bayinya bagaimana.

Sambil menunggu dokter..aku terus berdoa sambil membaca ayat kursi…dalam hatiku aku terus berusaha berkomunikasi dg calon bayiku…"ayo dong muter"… "bunda pengen ngelahirin kamu secara normal..bukan caesar…tolong dong"…

Pas dokter datang sambil membawa mesin USG, aku tambah deg2an…tapi sambil membaca ayat kursi aku berusaha tenang…bersama2 suami aku melihat dokter memutar2 alat usg itu di atas perutku, sayang aku tidak bisa melihat dg jelas layar usg itu, tapi suamiku mengatakan ia melihatnya dg jelas…

Alhamdulillah..dg muka agak sedikit heran dan bingung (seolah ia mengatakan ajaib) dokter menyebutkan bayiku sudah berada di bawah pada posisi normal dan siap dilahirkan. Wuah leganya aku dan suamiku. Perasaan kami tidak dapat dibayangkan. Apalagi dokter menyebutkan kalo semua prosedur berarti tidak jadi dilakukan, tinggal menunggu saat2 kelahiran normal aja. Akhirnya kami pulang dg perasaan lega..